Skip to content

Mahasiswa dan Reformasi Otak

Juli 2, 2008

Berikut adalah artikel yang ditulis oleh Prof. Firdaus untuk membakar pemikiran mahasiswa agar bertekad menjadi Mahasiswa Berkelas Dunia.  Simaklah

Oleh : Firdaus LN

Reformasi telah menjadi ikon mahasiwa Indonesia yang berjaya menumbangkan pilar Orde Baru. Maka menggelegar lah pekik-pekau “Reformasi (3x) … sampai mati..!” Kesaktian kata kunci tersebut teramat dahsyat membakar semangat mahasiswa yang hingga kini seakan tak pernah letih meramaikan pentas dunia politik praktis melalui unjuk kekuatan otot dalam pesta demonstrasi dengan segala atributnya.

Entah disadari atau tidak, reformasi otot dalam dunia politik praktis itu sangat potensial mengancam kesempatan hidup mahasiswa. Padahal, reformasi otak melalui kegiatan belajar dalam dunia akademik sanga potensial membuatnya panjang umur melalui teriakan: “Belajar (3x)…..sampai mati…!”

Tersebab hari ini saya didaulat memberikan motivasi melalui Kuliah Umum kepada 1.513 mahasiswa Unri yang diterima melalui jalur Pemilihan Bibit Unggul Daerah (PBUD) di Stadion Olah Raga Kampus Binawidya. Tulisan ini diracik sebagai upaya merayu para mahasiswa lain untuk terus melakukan demonstrasi terhadap dirinya sendiri (olah otak) dalam meraih keunggulan di dunia pendidikan tinggi ketimbang demonstrasi (olah otot) tak berkesudahan di dunia politik melalui amuk sosial yang terkadang anarkis.

Otak Anda menjadi kekuatan fisik bagi pengembangan diri Anda secara keseluruhan. Imajinasi dapat memperkuat otak dan mencapai apa saja yang Anda kehendaki. Otak Anda juga tidak pernah istirahat meskipun Anda tertidur pulas karena kelelahan selepas demonstrasi di jalanan. Taufiq Pasiak (2008) menjelaskan bahwa ketika otak rasional (pikiran sadar) Anda kelelahan dan tidak dapat menuntaskan sebuah pekerjaan, maka otak intuitif (pikiran bawah sadar) Anda akan melanjutkannya.

Reformasi otak akan mentransformasi anda menjadi mahasiswa yang cerdas secara spiritual, emosional, sosial, dan secara kinestetis. Bila Anda berazam mengoptimalkannya, maka menjadilah Anda mahasiswa cerdas dan berdaya saing tinggi dengan ciri-ciri: berkepribadian unggul dan suka akan keunggulan, bersemangat juang tinggi, pantang menyerah, mandiri, pembangun dan pembina jejaring (network), bersahabat dengan perubahan, inovatif dan menjadi pelaku perubahan, produktif, sadar mutu, berorientasi global, dan pembelajar sepanjang hayat.

Mahasiswaku yang “macam pulut” (excellence), Anda harus memberontak terhadap diri sendiri untuk menjadi mahasiswa yang betul-betul unggul melalui belajar. Ketika Anda berhenti belajar, pada detik itulah sebetulnya Anda mati. Belajarlah sampai Anda demam dan menggigau dengan kalimat, “Baik saja tidak cukup jika Aku menginginkan prestasi yang lebih baik, sedangkan peluang untuk menjadi yang terbaik terbentang luas”. Selalulah berfikir karena berfikir itu adalah makanan otak.

Pemberontakan Anda belum bisa disebut berhasil sebelum membawa kepada revolusi berfikir melalui reformasi otak yang mendemontrasikan optimalnya enam kecerdasan yang masih tidur dalam diri Anda, yaitu kecerdasan matematis, lingustik, kreativitas, kapasitas emosi, nuansa spiritual, dan hubungan sosial. Dua kecerdasan pertama bersemayam di belakang otak kiri Anda yang setiap semester Anda baca melalui Indeks Prestasi (IP) atau kecerdasan rapor yang lebih merujuk kepada kepintaran anda (IQ). Kecerdasan ini hanya memberikan kontribusi sekitar 4 persen kesuksesan Anda dalam hidup. Empat kecerdasan lainnya bersemayam dalam otak kanan Anda (kecerdasan emosional, EQ dan kecerdasan spiritual, SQ) justru 96 persen menentukan kesuksesan Anda dalam kehidupan selepas kuliah.

Hasil suvei Lembaga Ketenagakerjaan Amerika Serikat (NACE, 2005) memperlihatkan bahwa Prestasi Akademik (IP/Rapor/UN) menduduki peringkat 17 dari 20 keterampilan yang menentukan kesuksesan dalam kehidupan dunia kerja. Reformasi otak akan menentukan kemampuan anda belajar sebagaimana mestinya belajar untuk mengoptimalkan pontensi dahsyat dalam diri Anda. Dan itu baru berhasil jika visi kuliah Anda tidak semata-mata mengejar IP/IPK yang terekam dalam ijazah, lengkap dengan gelar akademik yang selalu Anda banggakan.

Kuliah itu adalah 10 persen apa yang Andah raih (pikiran sadar), tetapi 90 persen bagaimana Anda memandangnya (pikiran bawah sadar). Sebelum Anda mereformasi cara belajar melalui berfikir, maka Anda belum bisa disebut mahasiswa sukses dalam akademik. Mahasiswaku yang dahsyat, reformasi otak harus dimulai dari upaya memahami siapa diri Anda sesungguhnya. Anda dalah aset bangsa yang memiliki potensi dahsyat untuk menjadi Mahasiswa Kelas Dunia (MKD).

Oleh sebab itu, belajarlah secara konsisten dengan bekerja keras untuk menguasai keterampilan-keterampilan baru dan mengubah takdir Allah yang ditentukan berdasarkan usaha tertentu (Qadla). Tidak perlu minder dari ceruk kampung mana Anda berasal, kaya atau miskin kah orangtua Anda. Para peraih prestasi bukan saja ulet, melainkan juga pekerja keras yang percaya kepada diri sendiri. Dalam kondisi ekstrim, seseorang dapat memunculkan kekuatan super yang dapat mengubah mahasiswa kurang beprestasi menjadi mahasiswa pekerja keras yang tiba-tiba menonjol prestasi belajarnya. Fenomena ini terkait langsung dengan cara kerja gen yang ekspresinya dapat berubah terhadap lingkungan baru tergantung dari sikap Anda dalam memaknai apa makna kuliah itu sesungguhnya. Setiap kilogram berat badan Anda mengandung sekitar 1 triliun sel. Setiap sel mengandung gen yang sama. Terdapat sekitar 70 triliun kombinasi gen yang mungkin terjadi dalam diri Anda. Dari jumlah itu, Kazuo Murakami (2007) memprediksi baru sekitar 5-10 persen dari total gen kita yang bekerja.

Dengan mempelajari bagaimana mengaktifkan gen positif (sikap positif dalam belajar) dan mengnonaktifkan gen negatif (sikap negatif dalam belajar), terbuka kemungkinan tak terbatas untuk mengembangkan potensi mahasiswa. Sirkuit pemicunya ada di otak Anda yaitu sikap Anda terhadap belajar (learning mindset). Mahasiswaku yang berotak, otak Anda laksana raksana yang masih tertidur pulas dan bekerja seperti parasut penerjun payung. Anda baru bisa mendarat dengan sukses di lapangan Stadion Kampus Binawidya Unri, jika parasutnya berkembang dengan sempurna. Begitulah mekanisme kerja otak Anda. Dia baru berfungsi jika berkembang. Kembang-kempisnya otak Anda tergantung dari kekuatan Anda berfikir ketika belajar. Belajar tidak mudah. Tidak belajar berarti tidak cerdas. Tidak cerdas dalam belajar berarti Anda belum cukup belajar. Kemampuan otak Anda jauh lebih hebat dibandingkan dengan superkomputer yang paling canggih yang ada di muka bumi. Otak Anda dan saya memiliki sekitar 100 milyar sel saraf (neuron).

Akan tetapi bukan jumlah neuron yang menentukan kecerdasan Anda melainkan jumlah neuron yang tersambung (synaps) alias jembatan berfikir. 100 miliar neuron Anda mampu merakit 100 triliun synaps (bandingkan dengan jumlah APBD Riau). Itu artinya melebihi jumlah galaksi alam semesta. Jika panjang 1 neuron = 10 mikron, maka panjang 1 miliar neuron = 1 kilometer. Maka panjang 100 miliar neuron lebih panjang dari jalan terpanjang di dunia atau lebih tinggi dari gedung tertinggi di dunia (Menara Burj Dubai 647 meter) atau lebih panjang dari keliling planet bumi kita. Jika setiap neuron butuh 1 detik untuk menelusurinya, maka bayangkan untuk 100 miliar neuron, apakah tidak jauh lebih besar dari ukuran raksasa yang pernah Anda tahu?

Yang perlu Anda pikirkan adalah bagaimana cara membangunkan raksasa yang lagi tidur dalam diri Anda itu? Mahasiswaku yang bertelinga, berlakulah tuli jika orang berkata kepadamu bahwa kamu tidak bisa menggapai cita-citamu! Karena sesungguhnya para pecundang itu mengambil sebagian besar mimpimu dan menjauhkannya darimu. Selalulah berpikir: Aku bisa menjadi MKD!

Pemborosan yang paling besar adalah di tanah pekuburan karena Anda mati sebelum dapat mengoptimalkan seluruh potensi. Nah, mahasiswaku, selamat menapak di kampus Perguruan Tinggi, Selamat mereformasi diri sendiri melalui falsafah belajar sampai mati. Selepas itu bolehlah memekik kepada dunia: “Viva Mahasiswa!”. ***

Firdaus LN
Motivator Macam Pulut dan Guru Besar FKIP Universitas Riau

MKD sejatinya adalah belajar dengan hasrat yang membara (passion) melalui kerja keras ditemani pelita “Sekali layar terkembang, pantang surut ke belakang” (Indomitable Spirits).

Selalu pikirkan kata-kata bertuah yang ada. Karena segala sesuatu yang Anda dengar dan baca bisa mempengaruhi perilakumu. Berburu ke padang datar/Mendapat Rusa belang kaki/Hendak menuntut ilmu malas belajar/Niscaya Bunga kembang tak jadi.

Dikutip atas seizin penulis dari Riautoday.com 2/7/2008 dan blog: www.proffirdausln.wordpress.com  

 

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: