Skip to content

Kuliah Umum Bersama Guru Besar Fakultas Teknik UI , Prof Eddy Siradj selaku Kapuslitbang Dephan

November 3, 2007

Prof. Eddy SiradjTANJUNGPINANG (SUMA) Beberapa minggu yang lalu, Kamis (25/10) Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Prof Eddy SiradjIndonesia yang juga merupakan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan SDM Departemen Pertahanan, Prof. Dr. Eddy Siradj, M.Eng bersama dengan Kabid Ren Puslitbang SDM, Kolonel Inf. Tony Rinaldi mengunjungi Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Raja Haji Tanjungpinang. Kunjungannya selain mengadakan kerjasama dengan STISIPOL Raja Haji dalam kajian pertahanan di daerah perbatasan, dia juga memberikan kuliah umum kepada para mahasiswa tentang Pola Pikir Iptek dan Peranan Ilmu Sosial dan Politik. Dalam kuliah umumnya, dia menanyakan masih adakah “Science of Defense” (rasa kepedulian) warga NKRI terhadap berbagai ancaman yang sifatnya non militer seperti penyelundupan, pencurian ikan, teroris dan lain sebagainya.

  Kuliah umum yang berdurasi, kurang lebih 1,5 jam ini selain membahas pokok-pokok tentang tingkat kepedulian masyarkat terhadap pertahanan dan keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) ini juga membahas tentang ancaman-ancaman baik yang sifatnya non militer dan militer. Mengenai ancaman tersebut, Prof. Eddy menanggapi tingkat kepedulian (care) masyarakat terhadap keutuhan bangsa.  Oleh karena itu, tugas mempertahankan keutuhan bangsa bukan hanya tugas departemen pertahanan ataupun tugas TNI (Tentara Nasional Indonesia), tetapi merupakan tugas bersama masyarakat Indonesia. Tugas-tugas para mahasiswa.
  Itulah sebabnya, diperlukan kesadaran masyarakat terhadap kondisi pertahanan dan keamanan dalam mengamankan pulau-pulau yang ada di Indonesia umumnya dan Kepulauan Riau secara khusus yang memiliki sekitar 1500 pulau dari ancaman.  “Kekayaan Indonesia juga menjadi suatu ancaman. Maksudnya, kekayaan ini dijadikan objek oleh negara-negara lain untuk dimanfaatkan. Ancaman inilah yang kemudian disebut dengan ancaman non militer. Oleh karena itu, kita membutuhkan ‘satpam’ untuk mengamankannya. Dalam hal ini, departemen pertahanan tidak mengamankan dalam bidang kemiliteran, departemen pertahanan hanya mengamankan dalam bidang non kemiliteran,” katanya.
  Dia mengakui, belum mengetahui seberapa besar tingkat kepedulian masyarakat terhadap ancaman  disentegrasi bangsa. Namun, itu merupakan tugas mahasiswa untuk melakukan risert (penelitian). Dia juga menambahkan, anggaran yang relatif minim untuk departemen pertahanan yaitu 5 persen dari APBN adalah suatu kendala untuk menjaga keamanan wilayah Indonesia yang luas. Ditanya tentang berapa idealnya anggaran yang sesuai untuk mengamankan wilayah Indonesia yang luas dan terdiri dari beberapa gugusan pulau yang relatif banyak, pria kelahiran Tarempa, Kabupaten Natuna tersebut tersenyum dan memberikan jawaban yang cukup ringkas.
  “Tidak ada patokan memang mengenai seberapa besar anggaran yang dibutuhkan baik untuk pengamanan yang sifatnya militer maupun non militer. Jadi, tidak ada jumlah nominal yang ideal sebab ketika memenuhi kebutuhan yang satu, maka ada saja yang kurang dan membutuhkan kebutuhan yang satu lagi. Memang telah banyak masalah ancaman yang telah saya paparkan tetapi tidak ada skala prioritas dari point-point permasalahan yang ada. Semuanya prioritas,” paparnya mengakhiri kuliah umum. (SUMA, Dachroni)
   

One Comment leave one →
  1. bg luh permalink*
    November 18, 2007 12:31 pm

    Salut… lah kepada STISIPOL, mulai mengembangkan iklim akademik di kalangan mahasiswanya. Selama inikan ada kesan mahasiswa STISIPOL mlempem, cuman datang ke kampus, kuliah, lalu pulang, kurang aktifitas ekstra di kampusnya. Nah, sebagai masyarakat Kepri, kami menunggu karya akademik mahasiswa STISIPOL…..

    Salam dan Salut
    bg luh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: